Connect with us

Hi, what are you looking for?

judul gambar

Motivasi

Selamat Tinggal Pesimis, Selamat Datang Optimis! #2

Optimisme VS Overconfident

Tetapi optimisme juga tidak identik dengan percaya diri yang berlebihan (overconfident), juga tidak identik dengan angan yang muluk-muluk. Orang yang optimis memang memiliki mimpi-mimpi—yang terkadang mungkin terkesan luar biasa, tetapi mereka memiliki tekad untuk mewujudkan, yang dibarengi dengan tindakan alias aksi yang nyata.
Orang yang optimis, dia adalah orang yang bisa mengukur kemampuannya, dan dengan potensi positif yang dimilikinya tersebut—serta potensi negatif yang dieliminasi, ia membangun harapan yang terwujud pada aksi yang benar-benar tangguh.

Dina adalah orang yang optimis. IQ-nya superior, dan ia pekerja keras. Ia berangan-angan bisa menembus FKU UGM. Berarti Dina adalah orang yang optimis.

judul gambar

Sedangkan Joni, adalah orang yang everconfident. Dia baru saja lulus sarjana, belum berpengalaman bisnis, tetapi kepada orang tuanya yang mengucurinya modal, dia menetapkan target omzet satu milyar setahun atas warung bakso yang baru sebulan didirikan dan masih sepi pengunjung. Darimana ia menetapkan target tersebut?

Husnudzon = Cikal Bakal si Optimistis

Nah, untuk menuju kepada karakter optimisme, sebelumnya kita harus senantiasa berpikir positif, alias berprasangka baik. Prasangka baik (husnudzon) pada hakikatnya meliputi prasangka kita kepada diri kita sendiri, kepada orang di sekitar kita, kepada alam semesta, juga kepada Allah SWT.

Kenapa berprasangka baik itu penting? Sebab, seringkali sebuah permasalahan pelik yang dialami oleh manusia, ternyata berasal dari dalam diri mereka sendiri, khususnya berasal dari bagaimana mereka memikirkan atau berpersepsi terhadap diri sendiri dan obyek-obyek yang ada di sekitar mereka.

Nah, sebaliknya, cikal bakal menuju karakter pesimistis adalah sikap negative thingking alias berprasangka buruk (su’udzon). Seringkali sebuah kehancuran itu ternyata berawal dari prasangka negatif kita terhadap sesuatu.

Dan dalam Al-Quran sendiri ditegaskan, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS.Al-Hujuraat:12).

Beprasangka baik itu meliputi prasangka kepada diri sendiri, orang lain, alam semesta, bahkan juga terhadap Allah SWT. Ya, Seringkali muncul pemikiran dalam diri kita bahwa tuhan itu tidak adil. Misalnya, kita merasa sudah berusaha bekerja sekeras mungkin, tetapi penghasilan tetap pas-pasan. Sementara, ada teman kita yang pekerjaannya terlihat sangat santai, bahkan rajin bermaksiat, tampak selalu bergelimang kenikmatan.

Pernah dengar hadist qudsi yang berbunyi “ana ‘inda dzonni abdi!” yang berarti Aku bersama persangkaan hamba-Ku? Apa maksudnya? Tatkala kita percaya bahwa kita akan berhasil, maka Allah akan memberikan jalan kepada kita untuk berhasil. Tatkala kita berprasangka bahwa kita akan sukses, maka seperti itu juga prasangka Allah. Jika kita berpikir bahwa kita selalu gagal, maka itulah yang terjadi pada diri kita.

Jadi, mengapa harus pesimis, jika masih ada cara untuk tetap optimis?

Penulis: Afifah Afra

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

You May Also Like

Berita

Setelah sukses menggelar Kompetisi Menulis Indiva 2020, Penerbit Indiva Media Kreasi kembali menggelar lomba. Wah, memang penerbit yang satu ini selalu sarat agenda literasi,...

Keislaman

Waw…! Kamu sudah lulus dari sekolahmu yang lama ya? Hmm senang ya? Congratulation deh! Itu semua berkat kerja keras, doa dan izin dari Allah...

Sains

Hiiy… Mimpi Buruk!Pada sebuah malam, sebuah teriakan tiba-tiba terdengar menggema dari kamar tidur Ari. Sang kakak, Anita yang masih lembur dengan tugas-tugas kampusnya tersentak....

Keislaman

Memakai jilbab adalah kewajiban bagi semua perempuan yang beragama Islam. Meski ada sedikit ulama yang tidak mewajibkan jilbab, tetapi mayoritas ulama berpendapat bahwa jilbab...

Copyright © 2020 https://kanalgenz.com/