Connect with us

Hi, what are you looking for?

judul gambar

Rahasia Cewek

Ayo Kenali Pasukan “Penjaga Keamanan” di Area Miss V Cewek

Lactobacillus

Bagi cewek, Miss V merupakan organ yang sangat besar perannya, khususnya dalam masalah reproduksi. Namun, Miss V juga merupakan tempat yang paling rentan terinfeksi berbagai jenis penyakit. Hal ini tentu masuk akal, karena Miss V merupakan saluran yang menghubungkan organ dalam tubuh, yaitu rahim, dengan dunia luar. Jika tidak dijaga kebersihannya, kuman-kuman penyakit akan masuk melalui Miss V kamu.

Salah satu bukti kebesaran Sang Pencipta, ternyata di organ yang rentan terinfeksi ini, hidup beberapa koloni bakteri baik yang berfungsi sebagai “penjaga keamanan” area Miss V. Misalnya, bakteri Lactobacillus crispatus dan Lactobacillus jensenii. Dua strain bakteri ini, menurut McFarland, L.V. (2000), berfungsi melindungi Miss V dengan menciptakan kondisi asam untuk menghalangi kuman-kuman, termasuk Neisseria gonorhoeae, kuman penyebab Gonore.

Selain itu, ada juga Megaspaera, Leptotrichia dan lain-lain yang menjaga area Miss V dengan menciptakan suasana asam yang menghalangi masuknya bibit penyakit. Sebagaimana dilansir dari beritasatu.com (3/5/2012), area Miss V pada manusia merupakan tempat hidup dari Lactobacillus, yang memproduksi asam laktat dan menjaga agar pH vagina tetap terjaga di sekitar 4,5. Lactobacillus sp juga memproduksi Hidrogen Peroksida (H2O2), yang merupakan senyawa antimikroba. Jadi, kuman-kuman yang akan masuk ke tubuh melalui lubang pada Miss V, akan tertahan dan dibunuh oleh kondisi yang diciptakan koloni bakteri tersebut.

judul gambar

Sang “penjaga keamanan” ini akan bekerja optimal jika kondisinya normal, dan jumlahnya seimbang, tidak terlalu banyak atau tidak terlalu sedikit. Jika keadaannya demikian, maka Miss V kaum perempuan dalam keadaan sehat. Sementara, jika kondisi dan keseimbangan terganggu, maka akan muncul berbagai jenis penyakit, misalnya vaginosis atau infeksi bakteri vagina. Cirinya adalah rasa gatal, keputihan yang berbau busuk, juga rasa sakit.

Bagaimana cara agar bakteri baik tersebut terjaga keseimbangannya?

Pertama, jagalah terus kebersihan area Miss V tersebut. Meski kaum perempuan diwajibkan menjaga kebersihan, sebaiknya bersihkanlah secara alami tanpa menggunakan douching (cairan pembersih) vagina. Sebab, douche vagina tersebut justru akan mematikan bakteri baik tersebut.

Sebagaimana dilansir oleh kompas.com (27/07/2015), vagina seperti “oven yang membersihkan diri sendiri”. Adapun menurut Kompas.com (10/01/2016), penggunaan cairan pembersih vagina juga meningkatkan risiko kanker serviks dan infeksi pada rahim.

Jika kita ingin membersihkan area tersebut dengan sabun, juga harus berhati-hati. Tentu kita tahu apa sebabnya. Sabun, rata-rata memiliki pH yang tinggi, sementara, kondisi Miss V harus dalam keadaan asam. Sabun akan merusak derajat keasaman area tersebut. Kebanyakan, para dokter tidak menganjurkan pemakaian sabun, kecuali yang benar-benar memiliki PH rendah, dan sebaiknya tidak rutin digunakan.

Kedua, ketiga sedang haid, sering-seringlah berganti pembalut. Menurut dr. Frizar Irmansyah SpOG (K) dari Rumah Sakit Pertamina, sebagaimana dilansir dari health.detik.com (8/1/2014), jika haid kita banyak darah yang kelua, sebaiknya sering ganti pembalut. Minimal pembalut diganti 2 kali dalam sehari.

Ketiga, konsumsilah lebih banyak prebiotik dan probiotik, agar pasukan “penjaga keamanan” alias koloni bakteri baik tersebut hidup dalam keadaan normal dan baik. Apa beda prebiotik dan probiotik? Prebiotik adalah senyawa yang mendorong pertumbuhan mikroorganisme baik dalam saluran pencernaan kita, contohnya bawang putih, bawang merah, buah-buahan, kedelai dan sebagainya. Sedangkan probiotik adalah mikroorganisme baik yang menyehatkan tubuh kita. Makanan yang mengandung probiotik misalnya yoghurt, kimchi dan sebagainya.

Keempat, jangan lakukan seks bebas. Ini pasti nggak akan terjadi buat remaja shalih kayak kamu. Tapi, siapa tahu, ada teman-teman kamu yang belum sadar. Penelitian menunjukkan, bahwa seks bebas bisa menyebabkan perubahan pH pada area Miss V, karena turunnya konsentrasi Lactobacillus. Seks bebas juga bisa mempertinggi risiko tertularnya penyakit menular seksual seperti infeksi HPV penyebab kanker serviks, HIV/Aids, Gonore dan sebagainya.

Kelima, hindarilah merokok, karena berdasarkan penelitian Moris dkk di London dan Swedia, merokok juga bisa menaikkan risiko terkena vaginosis bakterial.

Demikianlah cara menjaga keseimbangan “pasukan penjaga keamanan” di aerah Miss V kita. Sebagaimana tentara, tentu pasukan ini harus tetap dijaga agar bisa tumbuh dengan normal dan bisa bekerja dengan baik.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

You May Also Like

Berita

Setelah sukses menggelar Kompetisi Menulis Indiva 2020, Penerbit Indiva Media Kreasi kembali menggelar lomba. Wah, memang penerbit yang satu ini selalu sarat agenda literasi,...

Keislaman

Waw…! Kamu sudah lulus dari sekolahmu yang lama ya? Hmm senang ya? Congratulation deh! Itu semua berkat kerja keras, doa dan izin dari Allah...

Sains

Hiiy… Mimpi Buruk!Pada sebuah malam, sebuah teriakan tiba-tiba terdengar menggema dari kamar tidur Ari. Sang kakak, Anita yang masih lembur dengan tugas-tugas kampusnya tersentak....

Keislaman

Memakai jilbab adalah kewajiban bagi semua perempuan yang beragama Islam. Meski ada sedikit ulama yang tidak mewajibkan jilbab, tetapi mayoritas ulama berpendapat bahwa jilbab...

Copyright © 2020 https://kanalgenz.com/