Connect with us

Hi, what are you looking for?

judul gambar

Motivasi

Prestasi Itu Bakat Atau Bukan, Sih?

Banyak sekali orang dengan prestasi spektakuler di dunia ini. Dari kalangan pemimpin (panglima) kita mengenal adanya Khalid bin Al-Walid, Khulafaur-Rasyidin (ayo… siapa saja?), Shalahudin Al-Ayubi, al-Fatih, Napoleon Bonaparte, Gandhi, FD Roseveelt, Thomas Jeferson, hingga Hasan al-Bana, Ir. Sukarno dan sebagainya.

Dari kalangan ilmuwan kita mengenal Thomas Alva Edison, Alexander Graham Bell, Albert Einstein, Stephen Hawking, Al-Farabi, Ibnu Sina dan sebagainya. Dari kalangan sastrawan kita mengenal Ernest Hemingway, William Shakespiere, Khalil Gibran, HAMKA, Amir Hamzah dan seterusnya. Demikian juga dari kalangan olahragawan, ada Maradona, Andre Agasi, Michael Jordan, Zinedine Zidane ataupun Rudi Hartono.
Pertanyaannya, kenapa sih, mereka bisa berprestasi?

Sering sekali kita menjumpai seorang yang berprestasi, ternyata orangtuanya juga memiliki profesi yang sama. Misalnya Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Ayahnya adalah seorang gubernur Mesir, bahkan jika dirunut, ternyata masih ada darah Khalifah Umar bin Khatab mengalir di tubuhnya. Kita mengenal keluarga Elfira Nasution, perenang itu, ternyata ayahnya seorang pelatih renang, dan hampir seluruh keluarganya adalah perenang andal.

judul gambar

Indra Lesmana misalnya, dia adalah seorang musikus yang berprestasi, tetapi ternyata… bapaknya, Jack Lesmana juga seorang musikus. Bahkan penyair Abdurahman Faiz, ternyata putra seorang sastrawati juga, yakni Helvy Tiana Rosa, mantan ketua Forum Lingkar Pena (FLP).

Kalau begitu, prestasi itu berasal bakat yang diturunkan, ya?
Jangan risau, jawabnya tidak selalu benar kok. Kata Thomas Alva Edison, “keberhasilan itu dihasilkan dari 99% kerja keras dan 1 % bakat.”

Memang sih, kecerdasan adalah salah satu hal yang diturunkan oleh orang tua kepada anaknya. Sebagaimana kita tahu, pada inti sel setiap makhluk hidup, terdapat molekul DNA yang berperan dalam pewarisan sifat dari satu generasi ke generasi selanjutnya, yang dikenal dengan nama hereditas.

Sementara, pada saat terjadi pembuahan, baik sel sperma maupun sel telur masing-masing menyumbangkan 23 pasang kromosom yang didalamnya mengandung DNA (gen). Jadi, gen-gen yang terdapat dalam tubuh kita adalah gabungan dari DNA ayah serta ibu kita. Artinya, sifat-sifat yang ada pada seorang anak adalah gabungan dari sifat-sifat ayah dan ibunya, termasuk dalam hal ini adalah kecerdasan.

Jadi, jika sepasang ayah dan ibu memiliki kecerdasan intelektualitas yang tinggi, maka anak-anaknya pun akan menuruni sifat tersebut. Itulah yang disebut dengan bakat.

Tetapi tunggu dulu! Dalam teori hereditas, Gregorius Mendell (sang pencetus teori tersebut, dikenal juga sebagai Mr. Genetika) mengatakan, bahwa,

P = G + E.

Nah, apalagi tuh?
P (Phenotif) : sifat yang muncul secara lahiriah
G (genotif) : sifat yang dibawa dari orang tuanya
E (environtment) : kondisi lingkungan

So, artinya sifat yang muncul pada diri seseorang itu dipengaruhi oleh faktor genotif dan lingkungannya. Seberapa besar pengaruhnya? Para pakar mengatakan, lingkungan jauh lebih mempengaruhi sifat seseorang dibanding gen-gen penyusunnya. Hanya saja, memang harus diakui, jika orang tua memiliki profesi yang sama dengan bakat si anak, maka biasanya bakat si anak akan lebih terasah, karena menemukan lingkungan yang cocok untuk untuk melatihnya. Namun penentu segalanya jelas kerja keras yang terus menerus.

Penulis pernah membaca di sebuah majalah, bahwa untuk mendidik anak-anaknya menjadi perenang handal, keluarga Nasution benar-benar menerapkan disiplin yang sangat tinggi kepada anak-anaknya, sehingga mereka nyaris tak punya waktu untuk bermain-main sebagaimana anak-anak muda lainnya.

Sekarang jadi lebih jelas, kan… seorang Indra Lesmana bisa menjadi musisi yang berprestasi karena ia bekerja keras. Teman-teman kamu juga bisa menjadi cerdas karena belajar dengan tekun. Ingat, kata Alva Edison, bakat itu cuma menyumbang peran 1 % dalam keberhasilan seseorang! [**]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

You May Also Like

Berita

Setelah sukses menggelar Kompetisi Menulis Indiva 2020, Penerbit Indiva Media Kreasi kembali menggelar lomba. Wah, memang penerbit yang satu ini selalu sarat agenda literasi,...

Keislaman

Waw…! Kamu sudah lulus dari sekolahmu yang lama ya? Hmm senang ya? Congratulation deh! Itu semua berkat kerja keras, doa dan izin dari Allah...

Sains

Hiiy… Mimpi Buruk!Pada sebuah malam, sebuah teriakan tiba-tiba terdengar menggema dari kamar tidur Ari. Sang kakak, Anita yang masih lembur dengan tugas-tugas kampusnya tersentak....

Keislaman

Memakai jilbab adalah kewajiban bagi semua perempuan yang beragama Islam. Meski ada sedikit ulama yang tidak mewajibkan jilbab, tetapi mayoritas ulama berpendapat bahwa jilbab...

Copyright © 2020 https://kanalgenz.com/